31 Juli 2010 00:49 WIB

Kabarhariini, Surabaya - Membaiknya harga gula beberapa waktu belakangan diharapkan dapat kembali meningkatkan semangat petani untuk lebih intensif melakukan praktek budidaya terbaik (best practices).
Corporate Secretary PTPN XI Persero, Adig Suwandi, mengatakan hal tersebut, Jumat (30/7). Dikatakan, harapan serupa juga untuk keperluan perluasan areal tanaman tebu, khususnya pada lahan sawah berpengairan teknis dan lahan kering yang dalam perkembangannya dapat diari dengan baik.
Peningkatan jumlah tebu menjadi kata kunci sukses program revitalisasi industri gula. Masalahnya, dewasa ini sejumlah PG telah ditingkatkan kapasitas gilingnya, tetapi tidak mendapat suplai tebu cukup.
Kenyataan menunjukkan, variabilitas daya saing tebu terhadap komoditas lain membawa konsekuensi ketidakseimbangan bahan baku antar-PG baik di lingkungan perusahaan sama atau perusahaan lain.
"Sebutlah kawasan surplus tebu Lumajang dan Malang Selatan yang tidak hanya memasok untuk PG terdekat melainkan juga ke lokasi yang jauh dengan tingkat kompetisi tidak proporsional. Bagaimana pun juga ketersediaan tebu lokal menjadi faktor penting yang perlu mendapat perhatian serius," tegas Adig.
Meski begitu, lanjutnya, sebagai pengelola 16 PG di Jatim dengan ketersediaan bahan baku beragam mulai dari yang berlebih sampai defisit, upaya meningkatkan jumlah tebu terus dilakukan.
Upaya pelayanan lebih baik dan lebih cepat kepada petani juga dilakukan secara terpadu agar mampu memotivasi mereka dalam meningkatkan daya saing tebu terhadap komoditas agribisnis lain.(hsb/*)
(Administrator)
Tidak Ada Komentar


