JALAN-JALAN

kabar google  Total Hits : 38815
BMI Revisi Target Pembiayaan Properti RP 3 T
31 Juli 2010 13:08 WIB
Atikel Terkait

Kabarhariini, Surabaya - Bank Muamalat Indonesia (BMI) siap merevisi target pembiayaan sektor properti 2010 hingga Rp 3 triliun dari target awal yang hanya Rp 2,7 triliun. Kesiapan merevisi tersebut didasarkan atas pencapaian pembiayaan properti selama semester I 2020 yang sudah mencapai Rp 2 triliun.

"Kalau pencapaian semester I/2010 Rp 2 triliun atau tumbuh 11 persen dibandingkan pencapaian pada periode sama tahun lalu. Melihat pencapaian tersebut kami siap merevisi target menjadi Rp 3 triliun pada tahun ini," kata Direktur Bank Muamalat, Adrian A. Gunadi, di Surabaya, Sabtu (31/7) siang.

Menurut dia, pencapaian target pembiayaan propertinya akan direalisasi dengan penambahan jaringan, peningkatan pelayanan, proses, dan penguatan infrastruktur. "Kami yakin, portofolio tersebut akan terus mengalami peningkatan," ujarnya.

Di sisi lain, ia mengaku, layanan itu pernah dikenal dengan nama Baiti Jannati yang merupakan pembiayaan untuk kepemilikan rumah, rumah kantor, kios, dan apartemen melalui Musyarakah Syirkatul Milk (kongsi kepemilikan). "Kami memberikan dua alternatif transaksi bagi nasabah secara kongsi (Musyarakah Mutanaqisah) ataupun jual beli (Murabahah)," katanya.

Ia mengaku, sistem kongsi dapat diterapkan dengan pemilikan properti baru non indent, second, dan take over. Bahkan, sistem ini dapat diterapkan untuk pembelian properti indent, renovasi, dan pembelian renovasi.

"Jika Baiti Jannati memiliki batas maksimum plafonnya Rp 10 miliar maka pembiayaan hunian syariah memiliki plafon maksimal Rp 25 miliar," katanya.

Sementara itu, ia menyebutkan, pembiayaan tersebut ditujukan bagi kalangan individu dengan jangka waktu pengembalian hingga 15 tahun kecuali untuk kepentingan renovasi dengan plafon di bawah Rp 25 juta hanya berjangka waktu 5 tahun.

"Produk ini tidak hanya 'comply' dengan syariah tetapi kompetitif dengan jangka waktu pengembalian yang panjang, jumlah angsuran yang tidak fluktuatif mengikuti suku bunga, dan tidak ada penalti bagi yang melunasi lebih awal," katanya.

Terkait target pembiayaan hunian sampai akhir 2010, kata dia, segmen consumer diharapkan tercapai Rp 2,7 triliun. Namun, karena portofolio per semester I/2010 secara nasional mencapai Rp 2 triliun ia akan merevisi target tahun ini.

"Apalagi, sesuai data REI potensi penyerapan pasar properti nasional untuk KPR bisa Rp 40 triliun. Sementara itu, dari pencapaian pembiayaan nasional area Jatim, Bali, dan Nusa Tenggara Timur - Barat menyumbang 40 persen," tuturnya.(hsb/ant/*)



(Administrator)


Share
 

Tidak Ada Komentar

Posting Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Kode Keamanan :