NUSANTARA

kabar google  Total Hits : 38816
Bagi Hasil Migas Bojonegoro Ditentukan Agustus
30 Juli 2010 22:18 WIB
Atikel Terkait

Kabarhariini, Bojonegoro - Penentuan perolehan dana bagi hasil migas Kabupaten Bojonegoro, Jatim, triwulan II pada tahun 2010, akan dibahas dalam rapat di Jakarta, pada Agustus ini.

"Penentuan besarnya perolehanan dana bagi hasil migas Bojonegoro dari produksi minyak triwulan II, ditentukan melalui rapat rekonsiliasi dana bagi hasil migas di Jakarta," kata Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Bojonegoro, Herry Sudjarwo, Jumat (30/7).

Dia menjelaskan, dari hasil rapat rekonsiliasi sebelumnya pada 21 Juli lalu di Jakarta, dilaporkan produksi minyak di Kabupaten Bojonegoro, pada triwulan II (April-Mei dan Juni) mencapai 5.409.905,98 barel. Produksi tersebut, meningkat sebesar 535.552,60 barel dibandingkan produksi minyak di Bojonegoro, pada triwulan I (Januari, Februari dan Maret).

Menurut dia, meningkatnya produksi minyak di Bojonegoro tersebut, karena adanya tambahan sumur baru dari lapangan minyak Sukowati yang dikelola secara Joint Operating Body (JOB) antara Pertamina dengan Petrochina East Java.

Dari sumur minyak Sukowati di lapangan A di Desa Campurejo Kecamatan Kota dan lapangan B di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, produksinya mencapai 39.288 barel per hari. Selain itu, juga meningkatnya produksi minyak dari lapangan Banyu Urip di Desa Mojodelik, Kecamatan Ngasem, yag dikelola Mobil Cepu Limited (MCL).

Produksi minyak yang dikelola MCL itu, produksinya terus meningkat hingga mencapai 19.865 barel per hari, baik yang didistribusikan melalui pipa, maupun yang diolah di kilang mini di Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu.

Pada triwulan I, kilang mini yang dikelola PT Tri Wahana Universal dengan kapasitas 6.000 barel per hari tersebut, belum dioperasionalkan. "Pada triwulan II, kilang mini tersebut sudah dioperasionalkan," katanya menjelaskan.

Herry mengaku, belum bisa memperkirakan perolehan dana bagi hasil migas bagi Kabupaten Bojonegoro, untuk triwulan II, karena masih harus diperhitungkan bersama di Jakarta.

Yang jelas, berdasarkan laporan yang diterima pada produksi triwulan II tersebut, harga minyak berkisar 75 USD hingga 80 USD per barel, masih diatas asumsi harga minyak dalam APBN yang ditetapkan sebesar 70 USD per barel. "Dengan kondisi ini ditargetkan pendapatan Bojonegoro dari sektor migas pada tahun 2010 masih aman," katanya dengan nada mantap.

Sebelum ini, Kabupaten Bojonegoro, sudah menerima dana bagi hasil migas sebesar Rp 82 miliar dalam dua tahap dan sebelumnya berdasarkan surat dari Menteri Keuangan, prognosa dana bagi hasil migas Bojonegoro, pada tahun 2010 mencapai Rp 135 miliar.(hsb/ant/*)



(Administrator)


Share
 

Tidak Ada Komentar

Posting Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Kode Keamanan :