NUSANTARA

kabar google  Total Hits : 38807
12.424 Sarjana di Malang Menganggur
30 Juli 2010 22:15 WIB
Atikel Terkait

Kabarhariini, Malang - Angka pengangguran di Kota Malang, Jawa Timur, dari tahun ke tahun masih tetap didominasi oleh lulusan perguruan tinggi atau sarjana strata 1.

Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Dinas Tenaga kerja dan Sosial (Disnakersos) Kota Malang, Sri Supangasih, ,mengatakan, jumlah pengangguran sarjana tersebut mencapai 12.424 orang. Urutan kedua adalah mereka yang lulus SMK, sebanyak 5.978 orang, lulusan SMA sebanyak 5.899 orang, dan sarjana strata 2 (S2) sebanyak 50 orang.

"Total jumlah pengangguran di daerah ini hingga kini tercatat sebanyak 27.238 orang. Jumlah ini kami ketahui dari para lulusan yang mencari kartu kuning di Disnakersos," katanya, Jumat (30/7).

Ia mengakui para pencari kerja dan kartu kuning tersebut setelah mendapatkan pekerjaan, tidak banyak yang melapor ke Disnakersos, padahal mereka seharusnya melapor secara rutin setiap enam bulan sekali.

Menurut dia, laporan yang dilakukan setiap enam bulan sekali itu juga bermanfaat bagi para pencari kerja, sebab Disnakersos bisa menginformasikan setiap ada lowongan kerja yang diperoleh Disnakersos melalui kerja sama dengan berbagai perusahaan.

Menanggapi hal tersebut, anggota komisi D DPRD Kota Malang, Tri Yudiani, mengatakan, masalah pengangguran yang jumlahnya cukup tinggi itu harus menjadi perhatian serius semua pihak.

Hanya saja, katanya, tingginya angka pengangguran di Kota Malang itu juga tidak lepas dari tingginya angka ketergantungan para pencari kerja terhadap jenis pekerjaan di sektor formal, seperti karyawan perusahaan atau perkantoran dan pegawai negeri sipil (PNS).

Sementara lowongan pekerjaan di sektor formal di perusahaan swasta, katanya, saat ini juga didominasi oleh tenaga pemasaran produk. Tidak hanya sebatas produk barang rumah tangga, alat kesehatan, namun juga properti.

"Sedangkan para pencari kerja enggan untuk mengisi lowongan sebagai tenaga pemasaran, sehingga bursa kerja yang difasilitasi pemerintah maupun perguruan tinggi yang sebagian besar memang untuk merekrut tenaga pemasaran tidak banyak yang terisi," katanya.(sto/ant/*)



(Administrator)


Share
 

Tidak Ada Komentar

Posting Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Kode Keamanan :